Berawal dari postingan teman yang sudah datang ke sana, aku tergiur untuk mendatangi tempat itu. Kali ini aku mau sharing dan review tempat wisata yang masih alami lagi di Gunung Kidul :
Dari tempat parkir kalian jalan ke belok ke kiri (maap ga tahu arah mata angin, bukan orang Jogja soalnya hehe) sampai kalian melihat tangga menuju ke atas. Tangga-tangganya agak tinggi jadi baru naik beberapa anak tangga saja sudah ngos-ngosan. Lewat jalur ini tidak kalah cantiknya kok dan di beberapa tempat yang kami lewati disediakan spot-spot foto. Jadi tidak sia-sia juga jalan jauh. Di tangga ini ada pos 1 dan kami harus membayar biaya kebersihan gitu sebesar 2k/kepala. Setelah melewati tangga-tangga itu, jalannya sudah agak landai. Minusnya tidak banyak papan penunjuk harus melewati jalan apa jadi kami hanya mengandalkan jalan setapak yang botak saja. Kami sempat bingung mau lewat mana haha. Di perjalanan, kami melewati ladang-ladang jagung milik warga. 
Aku agak takut ketinggian sih jadi tidak berani turun ke bawah pantainya. Lanjut saja deh jadinya. Dari sini tujuan kita udah semakin dekat. Dari kejauhan kami mendengar suara anjing. Pasti itu suara anjing yang sering muncul di instagram bukit Pengilon.
Di pos 3 kami diarahkan sma ibu-ibu penjaga warung untuk lewat di belakang warungnya. Kami oke-oke saja. Wah ternyata treknya menanjak banget anjir. Aku yang berekspektasi lewat ke jalan yang lebih landai karena kami bakal turun bukit, eh naik lagi. Mending lewat di jalur sebelumnya aja.
Bukit Pengilon.
Ini pertama kalinya aku mengunjungi bukit ini jadi tidak banyak info yang bisa kutulis. Bukit Pengilon berada di Dusun Ngelo, Desa Balong, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul.
Ada bermacam-macam cara untuk bisa sampai di Bukit Pengilonnya, dari cara mudah hingga susah dan menguras stamina. Lebih gampangnya kalian bisa naik ojek yang bisa disewa di ignya @bukitpengilongunungkidul. Biayanya untuk pp 100k per orang. Kalian bisa saja naik motor naik ke bukit Pengilon lewat jalur Banyu Tibo bisa menghemat waktu dan stamina tapi kondisi motor harus fit dan kalian harus pintar ngendaliin motornya karena jalannya masih berbatu-batu dan bahkan becek sehabis hujan. Cara tersusahnya, menguras stamina, tapi budgetnya murah, kalian bisa jalan kaki dari pantai Siung. Nah kami menggunakan cara ini--sekalian olahraga. Jangan lupa pakai sunblok, karena sepanjang perjalanan bakal jarang ada pohon. Saat jam 12 siang, panasnya terik banget sampai tanganku jadi merah terbakar matahari wkwk.
| Pemandangan dari pantai Siung |
Sampailah kami di pos 2. Tentu saja kami harus bayar lagi 2k/kepala. Meskipun pos nya kosong kami tetap bayar kok :D. Ada warung dan parkir dalam bagi kalian yang naik motor lewat jalur Banyu Tibo.
Kami lalu jalan melewati jalan yang beratapkan pohon bambu yang gelap. Agak seram sih tapi untung cuma sebentar. Melewati pohon bambu itu ada pos 3 dan warung lagi--harus bayar lagi 4k. Beberapa meter dari warung itu ada sungai mengalir langsung ke laut. Jangan lupa foto :D.
Nah dari sini, akhirnya aku ketemu spot foto yang menjadi tujuanku datang ke bukit ini. Aku yang anak introvert--jarang keluar rumah-- saat melihat bukit pertama kalinya telah menjadi pengalaman yang menyenangkan buatku. Terik matahari tidak menghentikanku untuk berhenti sebentar, mengagumi pemandangannya dan tidak lupa mengambil beberapa foto.
good view
Cuma perlu jalan sekitar 10 menitan, kami sudah sampai ke pos 4 sekaligus warung juga. Seperti biasa, bayar lagi. Disini kami bertemu seekor anjing yang namanya Kapuk. Anjingnya ramah banget. Begitu kami sampai, anjing ini menghampiri kami tanpa menggonggong sekalipun. Aku yang paling takut dengan anjing aja berani memegangnya. Ke mana pun kami pergi, Kapuk mengikuti kami. Maaf ya Kapuk kami tidak bawa makanan huhu. Selanjutnya kami ke sini, kami pasti bakal bawa makanan anjing.
By the way, pemandangan di sini cakep banget. Tidak sia-sia perjalanan kami. Kami mengambil banyak foto yang instagramable banget.
Angin laut di sini lumayan kencang, jadi lebih baik berhati-hati. Dari spot foto ini kami jalan ke bukit sebelah kanan. Agak capek juga. Sampai di puncak, anginnya jadi lebih kencang. Tapi dari bukit ini laut pantai selatannya lebih jelas karena tidak terhalang apapun. Sudah capek berfoto, kami balik lagi ke warung pos 4. Kami memesan indomie telur. Selesai makan kami pamitan ke bapak pemilik warung dan melanjutkan perjalanan balik lagi ke pantai Siung.
Sewaktu melewati camping ground, ada beberapa anak yang sedang main-main. Kami hanya lewat saja tanpa menyapa. Lalu kami jalan lurus menuju ladang jagung. Kami merasa aneh karena kami melewati sebuah gubuk kecil gitu padahal seingat kami, kami tidak pernah melewati gubuk itu. Sepertinya kami tersesat. Untung doi bisa diandalkan di situasi seperti ini. Doi menyuruhku menunggu sementara dia keliling melihat jalan sekitar. Agak serem sih nunggu di hutan dan dekat gubuk pula huhu. Doi bilang tidak ada jalan, jadi kami balik lagi ke trek awal ke tempat anak-anak bermain tadi. Untungnya doi sadar jalur yang kami ambil sebelumnya di mana. Anak-anak itu malah ketawa-ketawa ngelihat kami tersesat. Kurang ajar emang. Tapi salah kami juga tidak menyapa ya.
Selanjutnya kami bisa sampai ke pantai Siung dengan selamat hehe.
Kami sampai di kota Jogja menjelang sore. Masih belum capek juga, kami menyempatkan diri untuk ke Malioboro. Maklum mau menikmati kembang api tahun baru 2022. Tapi gila sih RAMAI BANGET. Seakan-akan yang namanya corona itu cuma isu saja. Tentu saja sih bukan cuma aku yang kepikiran untuk menikmati kembang api. Kami bingung mau duduk di mana karena seramai itu emang. Capek berdiri, kami hanya bertahan di Malioboro cuma 2 jam saja. Setelah itu kami balik ke kosan karena capek dikelilingi dengan kerumunan orang.
HAPPY NEW YEAR 2022!
Ah here's my cons and pros about Bukit Pengilon :
+ View yang sangat indah.
+ Kapuknya lucu dan penurut.
+ Selama perjalanan, ada beberapa spot foto yang disediakan.
+ HTM murah.
+ Warga sekitar sangat ramah.
- Papan penunjuk jalannya sangat kurang.
- Lebih baik kalau biaya masuknya sekali bayar saja biar tidak ribet.
- Ojek wisata mahal 100k pulang balik.
- Railing tangga perlu diperbaiki.














