Hidden Gem Gunung Kidul : Pantai Wohkudu
Desember 07, 2021Hallo!
Hari ini aku dan doi berencana pergi ke pantai hidden gem lagiii! Seperti biasa, keracunan postingan instagram hehe. Kali ini kami berencana pergi ke
Pantai Wohkudu
Pantai ini salah satu hidden gem Gunung Kidul yang masih sangat indah. Pantai ini tidak sesepi Pantai Srakung kemarin, tapi orang yang datang juga tidak banyak--kecuali weekend. Bingung juga ini masih hidden gem atau nggak. Di sekitarnya banyak pantai terkenal, tapi kenapa sepi? Yah karena butuh banyak effort untuk mencapai bibir pantai ini. Akses ke sana masih berbatu yang agak curam sehingga menguras stamina kalian--apalagi saat naik kembali ke tempat parkir.
Aku dan doi start dari jam 6 pagi--soalnya aku mau sampai di sana pantainya dalam keadaan sepi. Kalau dari Jogja ke pantai ini sekitar 2 jam setengah lewat jalan Imogiri. Untuk tiketnya, karena kami berdua jadi kami bayar 10k saat akan memasuki portal jalannya. Lanjut deh ke pantai. Di sini jalannya mulus tapi tanjakannya itu lumayan tinggi, jadi persiapkan kendaraan kalian dalam keadaan fit.
Setelah memarkirkan motor, disinilah rintangannya dimulai. Jujur agak kaget karena jalan berbatunya agak curam--lebih curam dari pantai Srakung kemarin-- apalagi kemarin hujan jadi jalannya becek. Tidak kebayang deh kalau naik gimana. Sebelum sampai ke pantainya, kita harus jalan dulu sekitar 200 meter melewati pepohonan yang dihuni oleh monyet. Terakhir kali aku lihat monyet adalah 4 tahun lalu saat aku di Surabaya. Tenang, monyetnya tidak ganas. Mungkin udah terbiasa juga dengan manusia yang lalu lalang. Tidak perlu takut tersesat, ada jalan penunjuk arah dan jalan setapak. Sampailah kami di pantai Wohkudu.
Kesan pertamaku? Cakep banget. Saat kami tidak cuma ada aku dan doi, sepasang pasangan, dan si ibu pemilik warung. Meski begitu masih tetap kerasa kok pantai pribadinya. Tidak sia-sia perjuangan melewati jalan bebatuan itu. Di sini juga ada warung dan toilet. Jadi tidak apa-apa kalau tiidak bawa bekal. Terdapat juga camping ground yang ditutupi dengan rumput hijau. Pantai ini pun dikelilingi bukit hijau yang melengkapi keindahan pantai. Sayangnya orang-orang yang camping tidak membersihkan sampah mereka baik-baik. Ada beberapa pecahan kaca yang berceceran di pantai. Oh iya pemilik warungnya juga ramah banget dan harga makanan-minumannya murah. Worth it banget lah bagi kalian yang mau wisata healing dari keramaian kota dengan budget yang terbatas. Tapi seperti pantai selatan yang lain, dilarang berenang.
- Pemandangan yang sangat cantik.
- Sepi, terutama weekdays dan pagi hari.
- Ada fasilitas warung dan toilet.
- Biaya masuk murah.
- Pantai buka 24 jam.
- Indomienya murah.
- Pantai tidak terlalu luas.
- Masih ada pecahan kaca yang berserakan.
- Akses masuk yang masih susah dan becek setelah hujan.
0 komentar