[ Review ] Seribu Batu Songgo Langit Imogiri

Juni 25, 2021

Banyak tempat wisata di Mangunan yang cukup direkomendasikan di sosmed. Having liimited times, I can't visit them all at once. Dengan banyak pertimbangan, akhirnya aku memilih :

Seribu Batu Songgo Langit Imogiri.

Terletak di desa Mangunan, kecamatan Dlingo, kabupaten Bantul, Yogyakarta. Sesuai namanya, Seribu Batu Songgo Langit artinya ribuan batu menyangga langit, wisata ini berada di daerah pegunungan dengan puing-puing batu besar dari jaman dulu. Meskipun tergolong tempat wisata yang baru, fasilitasnya tergolong lengkap kok.

Apa yang membedakan tempat wisata ini dengan wisata Mangunan yang lain?

Actually, I'm getting kinda bored dengan wisata yang aktivitasnya cuma foto saja. I need something adventurous. It was my first time exploring this place and I love it. Karena banyak aktivitas yang kulakukan selama berwisata di sini.

Aku dan doi datang saat weekdays, terlebih dengan keadaan hujan baru saja berhenti. Udara pegunungannya benar-benar dingin. Untungnya aku masih tahan udara dingin dengan jeans shortpant yang kukenakan. Perjalanan ke sini tidak terlalu sulit. Jalannya mulus dan tidak terlalu menanjak. Buktinya motor doi yang pistonnya belum sempat diperbaiki pun masih bisa naik. Waktu perjalanan cukup memakan waktu sekitar 45 menit ditemani perumahan warga desa dan view pegunungan yang indah. Kami masuk cuma membeli tiket masuk seharga 5k dan parkir motor 2k saja. Murah banget kan? Banyak warung-warung yang buka di sekitaran tempat parkir. Sayangnya cuma kami saja yang saat itu motornya terparkir. Bener-bener sepi banget. Tempat parkirnya masih berbatu. Tidak nyaman jika ada yang pakai heels atau wedges. Kalau ke sini sebaiknya pakai sepatu flat saja.

Rencananya ingin naik wahana flying fox, tapi petugas penjaganya saja tidak ada. Mungkin karena habis hujan kali ya. Kami lanjut turun ke jembatan berkayu yang diberi nama Jembatan Jomblo. Salah satu spot foto yang katanya cukup terkenal. Meski namanya Jembatan Jomblo, jembatan ini katanya akan terlihat romantis di malam hari.

Di ujung jembatan ada spot foto ikonik dari wisata ini, yaitu rumah seribu kayu. Rumahnya terbuat dari ranting-ranting kayu yang dibentuk menjadi gubuk-gubuk kecil. Spot foto ini juga yang menggodaku untuk datang kemari. Lucky us, tidak ada seorang pun yang mengantri saat sedang berfoto. Kalau seandainya saja dalam keadaan rame, kami pasti harus ngantri foto dulu. Itu membuatku agak malu haha. Aku bakalan canggung kalau difoto depan banyak orang.

Sebelah kiri dari rumah hobit, ada sebuah panggung dengan deretan kursi kayu di depannya. Waw...cocok juga buat diadain mini concert di sini. Apa udah pernah? Dunno. 


Dengan mengusung tema negeri dongeng, tidak ketinggalan ada spot foto rumah hobit. Kalau dari jembatan kayu tadi kita belok kanan. Tidak hanya rumah hobit, ada juga batu-batu besar yang bertengger di beberapa titik. 

Bagaimana bisa batu sebesar ini ada di pegunungan?

Eit, Seribu Batu Songgo Langit tidak hanya segini saja. Tepat di sebelah rumah hobit ada jalan menanjak berbatu untuk menuju Puncak Songgo Langit. Untuk anak-anak dan lansia bakal kesulitan karena medannya yang menanjak dan berbatu. Aku ingin menantang diriku untuk treking di jalan menanjak. Ternyata baru seperempat jalan saja aku sudah ngos-ngosan haha. Kala itu aku sudah berhenti gym berbulan-bulan yang lalu. Sepanjang jalan akan ada tiga gajebo untuk beristirahat. Jalannya terbilang cukup landai. Sebagian dari jalannya ada yang baru saja ditambahkan batu-batu oleh pengelolanya supaya tidak licin. Sedangkan tanah yang belum ditanam batu jadi becek setelah hujan. Semoga bisa cepat rampung ya.

Kurang lebih 30 menitan kami akhirnya bisa sampai di puncaknya. Yey! Lumayan olahraga sekali-kali. Gara-gara WFH aku cuma bisa duduk-duduk di kosan yang berimbas ke naiknya berat badanku huhu. Di atas sini pun ada fasilitas berupa warung, Mushollah, dan toilet jadi tidak perlu takut untuk pulang-balik ke bawah lagi. Saat aku sampai warungnya dalam keadaan tutup sih. 

View dari puncak sepadan dengan keringat yang telah kukeluarkan. Ada taman mini dan spot foto yang terbuat dari ranting juga. Tidak jauh beda dengan pemandangan Puncak Kebun Buah Mangunan. 

Spot foto kincir angin.



Setelah cukup puas mengambil banyak foto, we decided to end our photo session and head back to parking lot. Jangan lupa untuk sekedar berbelanja di warung yang ada di tempat parkir. Harganya murah kok.

Pros & Cons :
+ Unique photo spot.
+ Trek ke puncak bisa dilalui pemula.
+ Biaya masuk dan parkir murah.
+ Hutan bersih dan terawat dengan baik.
+ Fasilitas terawat dengan baik.
+ Warung makan murah.
+ Jalanan menuju tempat wisata mulus dan gampang dilalui.

- Jalanan berbatu yang bikin kaki tidak nyaman.
- Sebagian trek ke puncak belum dilapisi bebatuan.

Lokasi Seribu Batu Songgo Langit Imogiri :

You Might Also Like

0 komentar

About RIYU

I'm Indriyuku. This blog is a place where I want to share all the things I love to you! I hope my blog can inspire your next destination!

Like me on Facebook