Cerita Pertama Kali Mendaki Gunung : Gunung Andong
Januari 06, 2022
Helloo!
Tepat hari ini aku akan memposting konten blog pertamaku. Senang akhirnya bisa produktif, meski cuma untuk hal kecil.
Di konten pertamaku ini, aku akan menceritakan pengalamanku saat mendaki gunung Andong. FYI, ini pertama kalinya aku mendaki gunung, jadi doi menyarankan untuk naik gunung ini. Katanya gunung ini tidak terlalu tinggi dan ada jalur landainya, jadi cocok untuk pendaki yang bener-bener pemula sepertiku. Meski tetap saja bagi aku yang jarang berolahraga masih merasa capek banget.
Gunung Andong terletak di Magelang, Jawa Tengah. Berdekatan dengan Gunung Merbabu. Lumayan memakan waktu kurang lebih 3 jam perjalanan dari Maguwo, Jogja.
Aku dan doi berencana mendaki tanpa berkemah. Kalau istilah dari doi katanya pendaki tik-tok gitulah. Kenapa tidak kemah? Karena besok jadwal UAS ku berlangsung hehe. Ah iya, doi sendiri yang mengusulkan mendaki ke gunung Andong ini. Doi pengen menghiburku yang kemarin menangis karena homesick. Dia ga kepengen aku murung terus hehe :D Nah--balik ke topik---yang perlu kami siapkan hanyalah makanan dan minum. Makanan dan minuman yang kami bawa ada beberapa roti--yang sempat kami beli saat singgah di Indomaret--, oatmeal, susu, dan air.
Kami berangkat sekitar jam setengah 7 pagi. Ini kali ke-2 ku melewati Magelang--sebelumnya untuk berangkat ke Borobudur--. Kali ini rute yang kami lewati memiliki pemandangan alam yang indah. Kami melewati desa, sawah-sawah hijau dan cantik, hutan, dan perkebunan warga. Semakin dekat, hawanya semakin dingin. Ya ampun aku baru teringat. AKU SALAH KOSTUM! Aku hanya mengenakan t-shirt oversize--untung lengan panjang--dan shortpants jeans! Aku sama sekali lupa kalau gunung pasti bakal dingin puncaknya. Alhasil selama di atas motor aku kedinginan haha. Sempat berpikir untuk pulang, tapi kan sayang banget udah mau sampai masa harus pulang. Yaudahlah terima resiko aja.
Rute yang kudatangin adalah rute via dusun Sawit. Sampai di sana aku malu sendiri karena kostumnya yang beda sendiri. Aku tidak berani menatap orang-orang saking malunya haha. Untuk tiket masuknya kami bayar 45 ribu berdua lalu menitipkan motor dan mendaftarkan nama kami. Perjalanan ke arah gapuranya lumayan jauh dari tempat parkiran. Di sekitar kaki gunung lebih banyak dikelilingi oleh perkebunan warga daripada rumah. Kami bertemu dengan beberapa pendaki yang turun gunung, seperti biasa aku tidak berani menatap mereka karena hanya aku doang yang beda sendiri outfitnya.
| Pemandangan dari luar gapura. |
Rasanya deg-degan banget karena ini pertama kalinya aku mendaki gunung beneran--sebelumnya hanya mendaki bukit aja hehe. Baru-baru ini doi sering banget memutar cerita-cerita horror yang terjadi di gunung. Ada ketakutan tersendiri saat memasuki gerbangnya. Agar sedikit kedistract, kebetulan ada penjual cimol gerobak di depan gapura, sekalian isi tenaga hehe. Kami start dari jam 9.38 pagi. Melewati gapura, kami jalan hingga berada di ujung anak tangga yang lumayan panjang tapi tidak terlalu menanjak. Sempat merasa ngeri karena suasananya sepi banget. Padahal kami baru saja memasuki gerbangnya haha. Seperti dugaanku, staminaku masih belum cukup menaiki anak-anak tangga itu tanpa istirahat. Tapi aku terus memaksa kakiku untuk maju, aku tidak mau beristirahat di tangga. Ternyata di ujung tangga terdapat sebuah warung. Kami menyempatkan diri untuk istirahat sebentar. Ibu pemilik warungnya ramah meski kami tidak membeli dagangannya. Setelah melewati warung itu, di atasnya ada percabangan 2 jalur, jalur lama dan jalur baru. Berdasarkan info yang kudapat dari youtube, jalur baru lebih ramah untuk pendaki pemula karena jalurnya yang lebih landai. Ngomong-ngomong doi sudah berpengalaman mendaki tapi dia lebih mengikuti kondisiku hehe. Jadinya kami sepakat mengambil jalur baru. Benar saja, jalurnya lumayan landai dengan bentuk zig-zag. Pohon pinus menjulang tinggi di sisi jalan setapak yang kami lewati. Tidak lupa aku mengambil beberapa foto.
| Jalur baru. |
| kabut! |
| Kabutnya mulai hilang. |
| Turun lewat jalur lama. |
| Hasil petik kebun buah Strawberry. |
- Gunung yang ramah buat pendaki pemula. Ada jalur baru kalau kamu tidak mau terlalu capek mendaki.
- Di puncak gunung ada warung + bisa sewa tenda.
- Di jalur lama ada toilet kok.
- Jalur lama ditanam bebatuan supaya pendaki bisa lebih lancar naik ke puncak.
- Akses ke dusun Sawit mudah
- Tidak ada.
0 komentar